Skip to main content
Rehabilitasi

Skrining Deteksi Dini Penyalahgunaan Narkoba di SMPN 1 Pandeglang

Dibaca: 78 Oleh 05 Feb 2020Desember 31st, 2020Tidak ada komentar
Skrining Deteksi Dini Penyalahgunaan Narkoba di SMPN 1 Pandeglang
#BNN #StopNarkoba #CegahNarkoba

Bidang Rehabilitasi BNN Provinsi Banten Melakukan kegiatan  Sosialisasi Sejumlah 40 Orang Siswa dan Test Urin Berikut Skrining Sejumlah 30 Orang

Masalah penyalahgunaan Napza merupakan masalah kompleks yang terdiri dari masalah bio-psiko-sosio-kultural maka perlu dilakukan intervensi yang tidak hanya dari satu aspek saja, tapi perlu melibatkan berbagai aspek lainnya. Penanggulangan masalah penyalahgunaan Napza harus dimulai dari promotif-preventif hingga kuratif dan rehabilitasi.

Kementerian Kesehatan RI telah menetapkan beberapa fasilitas layanan kesehatan sebagai Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) untuk menerima pasien dengan gangguan penyalahgunaan Napza. Pelaku penyalahgunaan Napza seringkali datang ke suatu layanan tidak terkait dengan penggunaan Napzanya atau tidak terungkap karena penyalahgunaan Napza, tetapi dengan keluhan seperti penyakit gastrointestinal, asma atau kecelakaan karena pengaruh alkohol atau Napza.

Berdasarkan survei Badan Narkotika Nasional (BNN) tahun 2014 diperkirakan 33 orang korban meninggal per hari karena penyalahgunaan narkoba/napza. Kerjasama antara BNN dan Universitas Indonesia menemukan bahwa sepanjang tahun 2014 sekitar 4 juta orang merupakan pengguna narkoba, 1,6 juta orang diperkirakan pernah mencoba narkoba, 1,4 juta orang rutin mengkonsumsi narkoba dan 943 ribu orang menjadi adiksi. Sebagian besar pengguna Napza adalah usia produktif (10-59 th), 50,34% memiliki pekerjaan dan hampir 75% berjenis kelamin laki-laki. Sepanjang tahun 2014 juga dilaporkan bahwa 12.044 orang meninggal akibat narkoba

Terkait

Kirim Tanggapan